Bali memiliki keunikan adat dan budaya yang digambarkan melalui cara hidup, kegiatan, keyakinan, kebiasaan orang dan/atau kelompok sehingga memerlukan kemampuan sumber daya manusia yang dapat mempertahankan dan juga mendukung perkembangan kondisi tersebut. Salah satu kemampuan yang diperlukan adalah pemahaman tentang konsep welfare (kesejahteraan) yang berarti ketertiban dan kesejahteraan dunia akan tercapai jika dalam kondisi yang sama. Course ini memberikan pemahaman pentingnya tentang keseimbangan dan kekuatan kebersamaan dalam mewujudkan suatu tujuan. Mahasiswa akan diajarkan mulai dari pengenalan tentang konsep welfare, nilai-nilai, filosofi hingga pada tahapan implementasi dalam bentuk sociopreneur. Setelah memahami konsep welfare, maka di akhir Course akan diberikan tahapan dan praktik menjadi seorang sociopreneur. Mahasiswa dapat memiliki kemampuan tentang keseimbangan ekonomi dan juga mampu mengimplementasikannya dalam aktifitas bisnis yang tidak hanya fokus terhadap profit namun memiliki dampak sosial didalamnya.

Konsep kepariwisataan di Bali terkenal di seluruh dunia dikarenakan berlandaskan budaya bali yang dijiwai oleh falsafah Tri Hita Karana. Pariwisata dan nilai kearifan lokal ini dapat berkembang secara sinergis, harmonis, dan berkelanjutan untuk dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, kelestarian budaya dan lingkungan. Maka dari itu, diperlukan kemampuan manajerial terhadap pengelolaan pariwisata agar dapat tetap mempertahankan konsep kepariwisataan di Bali. Course ini akan memberikan kemampuan kepada peserta didik mulai dari pemahaman tentang konsep Tri Hita Karana hingga implementasinya secara individu maupun organisasi (perusahaan). Dengan banyaknya sumber daya manusia yang memahami dan memiliki kemampuan manajerial berbasis Tri Hita Karana, tentunya akan dapat mempertahankan dan memperkuat nilai kepariwisataan bali. Kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh industri pariwisata di Bali sebagai strategi perusahaan untuk mewujudkan keharmonisan dan sustainability.